Puluhan Wartawan, Aktivis, dan LSM Tempuh Jalur Hukum Terkait Konten TikTok “Abah 80”

LEBAK | PILARBANTENNEWS — Puluhan wartawan, aktivis, dan pegiat LSM menggelar pertemuan di Aula Multatuli, Kabupaten Lebak, Selasa (25/8/2026), membahas polemik sejumlah unggahan akun TikTok “Abah 80”.
Unggahan tersebut dinilai sejumlah pihak berpotensi mendiskreditkan profesi wartawan dan LSM karena menyebut adanya oknum yang mendatangi sekolah untuk mencari-cari kesalahan.
Koordinator Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Cendekiawan Banten (AMMCB), Sabrudi, mengatakan pihaknya tidak mempersoalkan kritik terhadap individu yang memang melakukan kesalahan.
“Kalau ada wartawan atau LSM yang bekerja tidak sesuai aturan, silakan dikritik dan dilaporkan. Tetapi jangan perilaku oknum digeneralisasi seolah-olah seluruh wartawan dan LSM seperti itu,” ujar Sabrudi.
Baca Juga : Gubernur Banten Lepas Rombongan PWNU Banten Menuju Muktamar ke-35 di Jombang
Baca Juga : Korem 052/Wijayakrama Gelar Liga Mini Soccer OKP dan BEM, Perkuat Solidaritas Pemuda Tangerang Raya

Sementara itu, Ketua Persatuan Pewarta Wartawan Indonesia (PWI), Abdul Kabir, meminta persoalan tersebut disikapi secara proporsional. Menurutnya, apabila terdapat oknum wartawan yang melakukan pelanggaran, harus disertai identitas dan bukti yang jelas.
“Kalau ada oknum wartawan yang melakukan kesalahan, silakan tunjukkan siapa orangnya, apa perbuatannya, dan apa buktinya. Jangan karena ada oknum, seluruh wartawan dicap buruk,” katanya.
Dalam pertemuan tersebut, para peserta sepakat menempuh jalur hukum dengan menyampaikan laporan atau pengaduan kepada aparat penegak hukum (APH). Mereka meminta materi unggahan dan konteks pernyataan diperiksa secara objektif sesuai ketentuan hukum.
Para peserta menegaskan langkah tersebut bukan untuk membungkam kritik, melainkan memastikan persoalan diselesaikan melalui mekanisme hukum.
“Kami berharap proses hukum melalui APH dapat berjalan sampai tuntas sesuai hukum yang berlaku di Indonesia. Kami mendukung kekompakan rekan-rekan media, LSM, ormas, dan aktivis di Lebak maupun Banten,” pungkasnya.
(Adang)
















