Tahan Raport Siswa Kepala Sekolah SMPN 1 Picung Dipertanyakan

Lebak _ PilarBantenNews.com,Diduga Puluhan Wali Murid Protes, Kepala SMPN 1 PICUNG Diduga tahan raport siswa, dan Paksa Siswa Pindah Tanpa Alasan apa pun,
Suasana di SMPN 1 PICUNG kecamatan picung Pandeglang Banten mendadak tegang setelah puluhan orang tua murid mendatangi sekolah untuk meminta klarifikasi,
Kedatangan para wali murid dipicu oleh kebijakan sepihak Kepala Sekolah, SMPN 1 PICUNG, yang diduga memaksa sejumlah murid untuk pindah sekolah tanpa alasan yang jelas.
para siswa tiba-tiba diberikan surat rekomendasi pindah sekolah tanpa adanya pelanggaran berat atau pemanggilan orang tua terlebih dahulu.”
Menurut salah satu wali murid ,Anak saya tidak pernah membuat masalah atau melanggar aturan berat. Tiba-tiba pulang membawa surat rekomendasi pindah dari kepala sekolah. Ujarnya .
saat akan dimintai keterangan terkait penahanan raport siswa dan pindah paksa oleh awak media tim investigasi ,
pihak sekolah bungkam,” lalu berkata yang katanya kepala sekolah tidak ada di tempat..
Hanya beberapa guru yang menjawab pertanyaan yang terkesan menutup nutupi..bukan hanya itu ironisnya secepat itu kepala sekolah keluar tanpa sepengetahuan para media merasa enggan bertemu dengan wartawan .
Dampak dari keputusan sepihak ini, puluhan siswa dilaporkan mengalami trauma mental dan enggan untuk melanjutkan sekolah karena merasa diusir secara tidak adil.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Sekolah SMPN 1 PICUNG belum memberikan pernyataan resmi terkait alasan pemindahan massal tersebut. Sementara itu,
Orang tua murid kejadian ini akan segera melaporkan ke. Kepala dinas Pendidikan kabupaten dan provinsi,
agar menindak tegas jika terbukti ada pelanggaran prosedur penegakan disiplin atau penyalahgunaan wewenang oleh kepala sekolah. Padahal jelas anak anak wajib sekolah menimba ilmu untuk masa depan bangsa.
Tetapi kalau anak yang semestinya didik malah di menghentikan oleh kepala sekolah dengan paksa, untuk itu kepada pihak dinas kabupaten pandeglang dan peropinsi mana tanggung jawab nya dinas kepada pihak sekolah yang sewenang wenang mengeluarkan siswa , yang harus didik malah di keluarkan , pungkasnya.(Adang)

