SMA Negeri Tutup Pintu untuk Atlet Berprestasi, Ke Mana Arah Pendidikan di Tangsel?

1784032528537

TANGERANG SELATAN — Wakil Ketua PSSI Kota Tangerang Selatan, Muhammad Iyon, S.H., meluapkan kekecewaannya terhadap Dinas Pendidikan Provinsi Banten. Penyebabnya, sejumlah SMA Negeri di Tangerang Selatan dinilai tidak responsif terhadap calon siswa yang merupakan atlet berprestasi.

Menurut Iyon, pihaknya telah mendaftarkan Bunga Sekar Anjani, atlet sepak bola asal Tangsel yang saat ini tengah berjuang di Swedia dan mengharumkan nama Indonesia. Segala persyaratan pendukung telah dipenuhi, mulai dari sertifikat prestasi hingga surat rekomendasi dari cabang olahraga dan KONI Kota Tangerang Selatan.

“Dari awal kami daftarkan ke SMA Negeri 2 Tangerang Selatan, tidak ada respons sama sekali. Kemudian kami coba alternatif kedua ke SMA Negeri 7 Tangerang Selatan, hasilnya nihil juga. Tidak dilihat, bahkan tidak disentuh sejak jauh-jauh hari,” ujar Iyon kepada wartawan, Rabu.

Iyon mempertanyakan komitmen SMA Negeri di Tangsel jika siswa berprestasi saja ditolak.
“Jika anak-anak berprestasi saja ditolak, lalu apa visi dan misi sekolah tersebut? Kami di cabang olahraga bekerja keras membentuk atlet agar bisa mengangkat nama baik daerah. Tapi setelah berprestasi, dukungan dari dunia pendidikan justru tidak ada,” katanya.

Ia mengaku merasa kehilangan muka di hadapan orang tua atlet binaan. Pasalnya, ketika anak-anak tersebut membutuhkan akses pendidikan yang layak, pihak sekolah negeri seolah tidak memberikan ruang.

Lebih lanjut, Iyon mendesak Gubernur Banten untuk mengevaluasi kinerja Dinas Pendidikan, khususnya para kepala SMA Negeri di Kota Tangerang Selatan. Ia mengusulkan evaluasi dilakukan setiap satu tahun sekali.

“Saya khawatir jika ini dibiarkan akan muncul indikasi praktik jual beli bangku sekolah. Ini bertentangan dengan janji kampanye Bapak Gubernur tentang sekolah gratis. Gratis saja sulit, apalagi siswa berprestasi,” tegasnya.

Iyon berharap ke depan, sekolah negeri dapat menjadi rumah kedua bagi para atlet daerah. Bukan sebaliknya, menjadi tembok yang menghalangi mereka meraih pendidikan dan prestasi secara bersamaan.(red)